Modul Ajar 1 (Fiqih kelas XII)
MODUL AJAR FIKIH KELAS XII
(Sumber Erlangga)
|
Fase/Semester: F/1 (Satu) |
Kelas: XII (Dua Belas) |
|
Elemen: · Usul
Fikih |
Alokasi Waktu: 8 JP atau sesuai
kebutuhan (1 JP = 35 menit) |
|
Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu: 1.1 Memahami pentingnya proses
pengambilan hukum melalui usul fikih dengan benar. 1.2 Menelaah konsep usul fikih dengan
benar. 1.3 Menguraikan hasil analisis tentang
kaidah usul fikih dengan benar. 1.4 Mengimplementasikan sikap rasa ingin
tahu sebagai cerminan pemahaman konsep usul fikih dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. |
|
|
Profil Pelajar Pancasila: · Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
dan Berakhlak Mulia · Kreatif · Bergotong Royong |
|
|
Profil Pelajar Rahmatan Lil
‘Alamin: · Berkeadaban (Ta’addub) · Dinamis dan Inovatif (Taṭawwur
wa Ibtikār) · Musyawarah (Syūrā) |
|
Langkah-langkah
Pembelajaran:
· Mengawali pembelajaran dengan doa, mendata
absensi siswa, dan memberikan informasi tentang pembelajaran yang akan
dilaksanakan.
· Mengondisikan peserta didik agar siap
melaksanakan pembelajaran.
· Memberikan stimulus kepada peserta
didik untuk menyebutkan nama-nama ulama fikih empat mazhab atau
kitab-kitabnya.
· Memberikan pertanyaan pemantik agar
peserta didik mengetahui tujuan belajarnya sendiri. (Misalnya: Apa
dasar hukum yang digunakan para ahli fikih untuk menetapkan suatu hukum?
Bagaimana proses penetapan hukum tersebut?).
A. Pengertian
Usul Fikih dan Fikih (1 JP)
Peserta didik mampu:
1.1 Memahami pentingnya proses pengambilan
hukum melalui usul fikih dengan benar.
1.2 Menelaah konsep usul fikih dengan
benar.
1.4 Mengimplementasikan sikap rasa ingin
tahu sebagai cerminan pemahaman konsep usul fikih dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
· Guru mengawali pembelajaran dengan
menjelaskan arti usul fikih secara bahasa.
· Guru
meminta peserta didik untuk membaca pengertian usul fikih menurut beberapa
ulama dan menyimpulkan pengertiannya menurut pemahaman peserta didik.
· Guru menjelaskan
pengertian usul fikih secara singkat dan sederhana, kemudian menjelaskan perbedaannya
dengan fikih. Guru dapat memberikan perumpamaan yang mudah kepada peserta didik
apabila peserta didik belum memahaminya, misalnya: fikih ibarat suatu produk,
sedangkan usul fikih adalah campuran bahan-bahan yang telah diolah agar dapat
menjadi suatu produk.
B. Objek
dan Ruang Lingkup Usul Fikih dan Fikih (2 JP)
Peserta didik mampu:
1.2 Menelaah konsep usul fikih dengan
benar.
1.3 Menguraikan hasil analisis tentang
kaidah usul fikih dengan benar.
1.4 Mengimplementasikan sikap rasa ingin
tahu sebagai cerminan pemahaman konsep usul fikih dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
· Guru menjelaskan tentang
objek dan ruang lingkup yang dikaji dalam usul fikih, seperti yang tertulis
dalam buku halaman 4–5.
· Guru kemudian
menjelaskan tentang perbedaan antara objek dan ruang lingkup usul fikih dengan
fikih. Guru
juga memberikan pemahaman kepada peserta didik bahwa usul fikih tidak dapat
terlepas dari fikih. Usul fikih ibarat batang pohon, sedangkan fikih adalah
rantingnya. Akar dari pohon tersebut adalah Al-Qur’an, hadis, dan ilmu-ilmu
pokok dalam agama Islam.
· Guru
bertanya kepada peserta didik terkait pemahamannya tentang materi yang telah
dipelajari, kemudian meminta peserta didik untuk menyebutkan salah satu ruang
lingkung kajian usul fikih dan fikih yang pernah ditemui dalam kehidupan
sehari-hari.
C. Tujuan
Akhir Usul Fikih dan Fikih (1 JP)
Peserta didik mampu:
1.1 Memahami pentingnya proses pengambilan
hukum melalui usul fikih dengan benar.
1.2 Menelaah konsep usul fikih dengan
benar.
1.4 Mengimplementasikan sikap rasa ingin
tahu sebagai cerminan pemahaman konsep usul fikih dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
· Guru memberikan
pertanyaan pemantik tentang mengapa terjadi perbedaan pendapat dalam
menyelesaikan suatu persoalan. Kemudian, guru memberikan pemahaman bahwa perbedaan
tersebut disebabkan adanya perbedaan dalam penggunaan metode penggalian hukum.
· Guru membuka sesi
diskusi dengan mengajukan pertanyaan kepada peserta didik, seperti: “mengapa
kita harus mengetahui atau mempelajari tentang usul fikih dan fikih?”
· Guru
kemudian memberikan pemahaman kepada peserta didik bahwa usul fikih nantinya
akan melahirkan berbagai macam produk hukum fikih, baik dari yang wajib sampai
yang haram, sehingga penting untuk mempelajarinya.
D. Hikmah
Mempelajari Usul Fikih (1 JP)
Peserta didik mampu:
1.1 Memahami pentingnya proses pengambilan
hukum melalui usul fikih dengan benar.
1.2 Menelaah konsep usul fikih dengan
benar.
1.4 Mengimplementasikan sikap rasa ingin
tahu sebagai cerminan pemahaman konsep usul fikih dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
· Guru meminta
perwakilan peserta didik untuk membava subbab hikmah mempelajari usul fikih
yang terdapat pada halaman 7.
· Guru kembali
menjelaskan secara lebih singkat tentang hikmah mempelajari usul fikih,
kemudian memberikan contoh nyata yang terjadi dalam kehidupan. Misalnya,
tentang fenomena jual beli online yang sebelumnya tidak ada hukumnya
tetapi setelah mempelajari usul fikinya menjadi sesuatu yang diperbolehkan.
E. Perkembangan
Usul Fikih dan Fikih (1 JP)
Peserta didik mampu:
1.1 Memahami pentingnya proses pengambilan
hukum melalui usul fikih dengan benar.
1.2 Menelaah konsep usul fikih dengan
benar.
1.4 Mengimplementasikan sikap rasa ingin
tahu sebagai cerminan pemahaman konsep usul fikih dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
· Peserta
didik diminta untuk membaca materi tentang perkembangan usul fikih dan fikih
yang ada di halaman 7–9, kemudian menyimpulkan materi tersebut secara singkat
berdasarkan pemahaman mereka.
· Guru kembali
mengingatkan tentang alasan terjadinya perbedaan pendapat dalam menentukan
hukum fikih, kemudian menjelaskan tentang metode-metode khas yang digunakan
empat imam mazhab.
· Guru
memberikan pertanyaan pemantik dan membuka diskusi tentang sikap yang harus
ditunjukkan ketika terjadi perbedaan dalam hal fikih, kemudian memberikan feedback
yang membangun untuk peserta didik.
· Guru
membimbing peserta didik untuk melakukan Kegiatan yang terdapat pada halaman 9.
F. Peran
Usul Fikih (1 JP)
Peserta didik mampu:
1.1 Memahami pentingnya proses pengambilan
hukum melalui usul fikih dengan benar.
1.2 Menelaah konsep usul fikih dengan
benar.
1.4 Mengimplementasikan sikap rasa ingin
tahu sebagai cerminan pemahaman konsep usul fikih dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
· Guru
meminta peserta didik untuk menyimpulkan peran dari usul fikih terhadap
mujtahid dan masyarakat luas di kemudian hari.
· Guru mengajak peserta
didik untuk berdiskusi tentang apa yang akan terjadi apabila kaidah-kaidah usul
fikih tidak diterapkan dengan baik atau disalahgunakan. Setelah itu,
guru mengajak peserta didik untuk bersikap hati-hati dalam memahami suatu
hukum.
G. Ulama
Ahli Hadis dan Ahl Ra’yi (1 JP)
Peserta didik mampu:
1.1 Memahami pentingnya proses pengambilan
hukum melalui usul fikih dengan benar.
1.2 Menelaah konsep usul fikih dengan
benar.
1.4 Mengimplementasikan sikap rasa ingin
tahu sebagai cerminan pemahaman konsep usul fikih dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
· Peserta
didik diminta untuk membaca materi tentang ulama ahli hadis dan ahl ra’yi
yang terdapat pada halaman 10–11, kemudian diminta untuk menyimpulkan perbedaan
antara keduanya.
· Guru mengajak peserta
didik untuk mensyukuri dan mengagumi keberadaan para ahli hadis dan ahl
ra’yi karena telah berjasa dalam menetapkan suatu hukum. Guru juga dapat
memberikan motivasi kepada peserta didik agar menjadi pembelajar seperti mereka.
· Guru
meminta peserta didik untuk
mengerjakan Uji Pemahaman yang ada di halaman 11.
Penilaian
Pembelajaran:
1. Peserta didik diberikan tes tertulis
dengan soal pilihan ganda dan esai, untuk mengetahui apakah peserta didik dapat
memahami pelajaran tersebut. Peserta didik dapat mengerjakan Latihan Soal Akhir
Bab di halaman 12.
2. Peserta didik dapat mengerjakan soal
HOTS di dalam Latihan Soal Akhir Bab.
3. Peserta didik dapat mengerjakan soal
AKMI (Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia) halaman 13.
4. Peserta didik dapat mengerjakan
Praproyek tentang konsep usul fikih dan fikih yang disajikan di halaman 15.
5. Peserta didik dapat menjawab
pertanyaan bagian refleksi yang terdapat di halaman 16.
6. Peserta didik dapat memindai QR
Code di halaman 16 untuk mengerjakan soal-soal pengayaan dan remedial.

Komentar
Posting Komentar