Bahab Bacaan Materi Fiqih kelas XII (EPISODE 2)
Ø
Pengertian
Amr dan Kaidah Dasarnya
Amr
adalah lafaz yang menunjukkan tuntutan untuk melakukan suatu perbuatan dari
pihak yang lebih tinggi kepada pihak yang lebih rendah.
Kaidah
dasar amr:
الأصل في الأمر للوجوب “Pada asalnya perintah menunjukkan wajib.”
Dalil: أَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاة
وَ
(QS. Al-Baqarah: 43)
Perintah
mendirikan shalat dan menunaikan zakat menunjukkan hukum wajib karena tidak ada
qarinah yang memalingkannya.
Ø
Amr
Bisa Berubah dari Wajib Menjadi Sunnah
Perintah tidak
selalu bermakna wajib. Ia bisa berubah menjadi sunnah apabila terdapat qarinah
(indikasi) yang memalingkannya.
Dalil:
Rasulullah ﷺ bersabda: لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ
(HR. Bukhari dan Muslim) Perintah bersiwak tidak diwajibkan karena
Rasulullah khawatir memberatkan umat.
Ø
Pengertian
Nahi dan Kaidah Dasarnya
Nahi adalah lafaz
yang menunjukkan tuntutan untuk meninggalkan suatu perbuatan.
Kaidah dasar nahi: الأصل في النهي للتحريم “Pada asalnya larangan menunjukkan haram.”
Dalil: وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا
(QS. Al-Isra: 32) Larangan mendekati zina menunjukkan hukum haram.
Ø
Hukum
Ibadah yang Dilakukan dalam Keadaan Dilarang
Jika larangan
(nahi) berkaitan dengan dzat ibadah atau syarat sahnya, maka ibadah tersebut
batal.
Dalil: مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ (HR. Muslim) Artinya ibadah tanpa tuntunan
atau dalam keadaan terlarang tertolak (tidak sah).
Ø
Perbedaan
Amr Wajib dan Amr Irsyad
Amr wajib →
tuntutan tegas dan berdosa jika ditinggalkan.
Amr irsyad →
bertujuan memberi petunjuk atau kemaslahatan.
Dalil Irsyad: فَاكْتُبُوهُ (QS. Al-Baqarah: 282) Perintah mencatat
utang bersifat anjuran, bukan wajib.
Ø
Nahi
Bisa Bermakna Makruh
Jika terdapat dalil
lain yang menunjukkan kebolehan, maka larangan tidak lagi bermakna haram tetapi
makruh.
Contoh:
Hadis larangan minum berdiri (HR. Muslim).
Namun terdapat
riwayat bahwa Nabi pernah minum berdiri, sehingga hukumnya makruh, bukan haram.
Ø
Kaidah
Amr Setelah Nahi (الأمر بعد النهي)
Kaidahnya: الأمر بعد النهي للإباحة “Perintah setelah larangan menunjukkan
kebolehan.”
Dalil: فَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا (QS. Al-Ma'idah: 2)
Perintah berburu setelah
selesai ihram menunjukkan kebolehan, bukan wajib.
Ø
Penerapan
Nahi dalam Muamalah
Larangan dalam
muamalah menunjukkan haram dan bisa menyebabkan akad menjadi batal atau fasid
jika berkaitan langsung dengan substansi akad.
Dalil:
وَحَرَّمَ الرِّبَا
(QS. Al-Baqarah: 275)
Larangan riba
menunjukkan haram dan transaksi riba tidak sah.
Ø
Amr
Bermakna Doa
Jika lafaz amr
datang dari yang lebih rendah kepada yang lebih tinggi (hamba kepada Allah),
maka bermakna doa atau permohonan, bukan kewajiban.
Dalil:
رَبِّ اغْفِرْ لِي
(QS. Ibrahim: 41)
Ini adalah
permohonan ampun, bukan perintah wajib.
Ø
Tujuh
Alam yang Dilewati Manusia dan Dalil Kehidupan Kembali
7 Alam yang
Dilewati Manusia:
Alam Azali (Ilmu
Allah sebelum penciptaan)
Alam Rahim (ruh)
Alam Dunia
Alam Barzakh
(kubur)
Alam Ba’ats
(kebangkitan)
Alam Mahsyar
Alam Akhirat (Surga
atau Neraka)
Dalil Manusia
Dihidupkan dan Dimatikan Kembali:
كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ
(QS. Al-Baqarah: 28)
Ayat ini
menjelaskan:
Manusia awalnya
mati (belum ada)
Dihidupkan di dunia
Dimatikan Dihidupkan kembali pada hari kiamat
.jpg)
Komentar
Posting Komentar